Minggu, 11 Juni 2017

PENYALURAN SANTUNAN DARI PARA DONATUR KEPADA ORANG-ORANG JOMPO


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 261)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

RANJAT, 11/06/2017
Gerakan Pemuda Ansor Ranting Desa Jatisono (RanJat) bekerjasama dengan segenap donatur dari berbagai unsur dan wilayah menyalurkan bantuan paket sembako kepada sekitar 60 orang-orang yang masuk kategori jompo. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 11 Juni 2017 tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan tiap tahun.

Penyerahan Santunan kepada Orang Jompo


Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama, khusunya kepada orang-orang yang kehidupannya kurang begitu beruntung. Sehingga dengan kepedulian yang tinggi akan meningkatkan peran serta aktif para donatur dan dermawan untuk senantiasa membantu mereka yang kurang mampu.






Ucapan dan ungkapan terima kasih disampaikan kepada segenap donatur, segenap sahabat-sahabat Ansor RanJat yang telah membantu dan melaksankan kegiatan ini dengan baik dan luar biasa. Semoga Alloh SWT senantiasa meridhoi dan melipatgandakan pahala sebagai imbal amal kebaikan kita semua. (Pak Dhe)

Berikut ini adalah daftar para orang jompo penerima santunan tahun 2017 M/1438 H

DAFTAR ORANG JOMPO
PENERIMA SANTUNAN DARI PARA DONATUR
MELALUI GP. ANSOR RANTING DESA JATISONO (RANJAT)
TAHUN 2017/1438 H


NO

NAMA

KAUMAN
1
MBAH SALIPAH
KYAI BASRI
2
MBAH SUKANAH
KYAI NUR KAMID
3
MBAH SAPIRAH
KYAI NUR KAMID
4
MBAH SULIN
KYAI NUR KAMID
5
MBAH SARISIH
KYAI AHMADI
6
MBAH SATIPAH
KYAI AHMADI
7
IBU SUWALI
KYAI AHMADI
8
IBU SITI
KYAI AHMADI
9
MBAH JIMAN B
KYAI AHMADI
10
IBU JUMINAH
KYAI AHMADI
11
MBAH SUKIMIN
KH. SUDARMAN
12
MBAH SARMI
KH. SUDARMAN
13
MBAH SUPARMI
KH. SUDARMAN
14
MBAH SATIRAH
KH. SUDARMAN
15
MBAH SITI SAROPAH
KH. SUDARMAN
16
MBAH KATIJAH
KYAI ABDUL LATIF
17
MBAH KARNI
KYAI ABDUL LATIF
18
MBAH ALIMAH
KYAI ABDUL LATIF
19
MBAH WAGINAH
KYAI ABDUL LATIF
20
MBAH TAS
KYAI ABDUL LATIF
21
MBAH KAMSINAH
KYAI MAHMUDI
22
MBAH SUPARNI
KYAI SUGIYONO
23
MBAH JUMINAH
KYAI SUGIYONO
24
MERTUA B. SUYAT
KYAI SUGIYONO
25
MBAH SATIPAH
KYAI SUMARMAN
26
MBAH SUMARDI
KYAI SUMARJAN
27
MBAH NGATEMI
KYAI SUMARJAN
28
MBAH GINAH
KYAI ZAINUDDIN
29
MBAH SUKINAH
KYAI KASMI’AN
30
MBAH PAENI
KYAI KASMI’AN
31
MBAH KARTIJAH
KH. SUMARLAN
32
MBAH WARTI
KH. SUMARLAN
33
MBAH RUSLAN
KYAI NUR ROSYID
34
MBAH SUTIPAH
KYAI NUR ROSYID
35
MBAH SAMI
KYAI NUR ROSYID
36
MBAH SUPIYAH
KYAI ABDUL WAHID
37
MBAH ZAENAB
KYAI LUTHFIL HAKIM
38
MBAH RAMELAH
KYAI LUTHFIL HAKIM
39
MBAH KASMINAH
KYAI LUTHFIL HAKIM
40
MBAH SALAMAH
KYAI ABDULLAH
41
MBAH RUSTINI
KYAI ABDULLAH
42
MBAH IBUNE RUMINI
KYAI SUHUD
43
BAPAK TUKUL
KH. NOOR KAMID
44
MBAH MBAKE CUPRAT
KH. NOOR KAMID
45
MBAH MI (B. SUDIRO)
KYAI MUSLIH
46
MBAH JASMI
KYAI MUSLIH
47
MBAH RAMINAH
KYAI MUSLIH
48
MBAH SADIRAH
KYAI MUSLIH
49
MBAH RABINAH
KYAI KASMUDI
50
MBAH KARSUMI
KYAI KASMUDI
51
MBAH RASILAH
KYAI KASMUDI
52
MBAH MANIRAH
KYAI KASMUDI
53
MBAH SUHARDI
KYAI JAMA’SARI
54
MBAH PAIJAN
KYAI JAMA’SARI
55
BAPAK BIBIT
KH. KHOLIL
56
MBAH SANIPAH
KH. KHOLIL
57
MBAH KASMAN
K. ABDUL WAHID
58
MBAH NGARIPAN
KYAI KASMUDI
59
MBAH JAMI
KYAI AHMADI
60
MBAH KARTI
KYAI ABDUL LATIF

Sabtu, 19 September 2015

GP. Ansor Ranting Jatisono bekerjasama dengan Polsek Gajah

Ranjat-19/09/2015
Dalam rangka turut serta berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban desa Jatisono, Gerakan Pemuda Ansor Ranting Desa Jatisono Kecamatan Gajah Kabupaten Demak bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Gajah.

Babin Kamtibmas Polsek Gajah Untuk Desa Jatisono
Brigadir Polisi Suharso
Hadir pada pertemuan yang diadakan bersamaan dengan rutinan selapanan dan istighotsah GP. Ansor Ranting Desa Jatisono, Pak Harso, (sapaan akrab Brigadir Polisi Suharso) yang merupakan Babin Kamtibmas Polsek gajah untuk Desa jatisono menekankan betapa pentingnya bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban desa. Termasuk di dalamnya bekerjasama dengan organisasi-organisasi kepemudaan, diantaranya Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki pasukan Banser di dalamnya.

Penyerahan kenang-kenangan berupa lampu senter
untuk membantu penerangan saat piket jaga
Dalam sambutannya, Ketua GP. Ansor Ranting Jatisono, Sahabat Ali Marzuqi mengucapkan terima kasih atas support dan kerjasaman dari Kepolisian Sektor Gajah. Ke depannya kerjasama seperti ini perlu ditingkatkan untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan berguna bagi masyarakat secara luas. (Pak Dhe)

Senin, 17 Agustus 2015

PASKUBRA


PASKUBRA yang merupakan singkatan dari  Pasukan Kuburan Auliya' adalah sekumpulan orang-orang yang berusaha memahami, menghayati, dan menemukan benang merah penyambung antara ada dan tiada, antara keberadaan dan ketidakberadaan, antara yang masih hidup dan yang telah tiada, antara yang telah tiada akan tetapi hakikatnya justru tetap ada. Pengembaraan dari makam ke makam yang ditirakati (dilelakoni) bukanlah tiada artinya ketika seseorang sudah mulai memahami hakikat sesungguhnya.

PASKUBRA dibentuk atas dasar kesamaan visi dan misi dari para anggota, yaitu menghormati, menghargai, meneladani, dan "nguri-uri" sesuatu yang bernilai positif (bagi yang sudah sadar dan menyadari). Paskubra dibentuk bukan untuk meminta-minta, mengkultuskan, apalagi menyembah orang-orang yang telah tiada, seperti yang dipahami oleh sekelompok orang yang tingkat ilmu pengetahuan dan ilmu kebatiniahannya masih sangat rendah tetapi tidak menyadari dan tidak mau disadarkan akan kekurangan yang ada pada dirinya. Bahkan justru senantiasa mengolok-olok, menghina, bahkan mengkafir-kafirkan sesama muslim.

Nama PASKUBRA dipilih bukan asal-asalan. Tetapi setelah melakukan laku tirakat tujuh malam jum'at berturut-turut melakukan pengembaraan dari makam ke makam. Bukan makam-makam biasa, tetapi makam-makam orang yang mulia di sisi Alloh SWT. Makam orang-orang yang semasa hidupnya begitu dekat dengan Alloh SWT, bahkan setelah meninggal pun kemuliaan itu tetap dinampakkan olehNya. Dengan berdasar kepada lelaku tirakat di atas, dipihlah nama PASKUBRA.

Sungguh sangat disayangkan, apabila dikemudian hari ada orang-orang yang membuat nama suatu perkumpulan yang hampir mirip dengan Paskubra, dengan tanpa memberikan keterangan (tabyin) yang jelas mengapa membuat nama yang hampir sama, hampir mirip. Karena bisa jadi menimbulkan persepsi dan asumsi yang keliru di masyrakat. Dan lebih mengecewakan lagi jika ternyata justru ada anggota Paskubra yang berperan di dalamnya tanpa memberikan konfirmasi apapun terkait hal tersebut.

Kami berhusnudhon, bahwa apa yang telah terjadi sebenarnya hanya semata "kreasi" dari sahabat-sahabat yang sebenarnya sehati. Bukan intrik rasa iri hati, apalagi dengki atau sekadar mencari sensasi. 

Akhirnya, semoga Alloh SWT berkenan memberikan hidayah dan bimbingan kepada kita semua, sehingga senantiasa melangkah dengan sedikit salah, senantiasa berbakti dengan segala kerendahan hati, senantiasa berkreasi tanpa perlu menyakiti.

(Baghoes Sadhelox)